Dalam perjalanan kehidupan rohani, setiap kita perlu mendapatkan arahan untuk menempuh masa depan. Tuhan lewat Firman dan Roh-Nya selalu memimpin setiap anak-anak-Nya dalam mencapai tujuan yang ditetapkan baginya. Begitu murah hati-Nya, Dia juga menyediakan arahan yang diperlukan bagi umat-Nya berupa nubuatan. Firman-Nya menegaskan:"Jangan padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik." (1 Tes.5:19-21). Di bawah ini ada NUBUATAN untuk tahun 2012 yang disampaikan oleh Kenneth Copeland pada tanggal 10 Nopember 2011 di Washington DC Victory Campaign yang penulis kutip dari majalah Bangkit dan Jadilah Terang No 1/Vol 12/2012. Walaupun tahun 2012 sudah berjalan 5 bulan, tetapi pesan nubuatan ini sangat memberkati, pesannya benar-benar terjadi dan telah dialami secara pribadi, semoga menjadi berkat bagi setiap pembaca dan sahabat bersedia belajar yang datang berkunjung.
Sedia untuk Berbagi
Berbagi informasi yang berguna
5.09.2012
Nubuat tahun 2012
Dalam perjalanan kehidupan rohani, setiap kita perlu mendapatkan arahan untuk menempuh masa depan. Tuhan lewat Firman dan Roh-Nya selalu memimpin setiap anak-anak-Nya dalam mencapai tujuan yang ditetapkan baginya. Begitu murah hati-Nya, Dia juga menyediakan arahan yang diperlukan bagi umat-Nya berupa nubuatan. Firman-Nya menegaskan:"Jangan padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik." (1 Tes.5:19-21). Di bawah ini ada NUBUATAN untuk tahun 2012 yang disampaikan oleh Kenneth Copeland pada tanggal 10 Nopember 2011 di Washington DC Victory Campaign yang penulis kutip dari majalah Bangkit dan Jadilah Terang No 1/Vol 12/2012. Walaupun tahun 2012 sudah berjalan 5 bulan, tetapi pesan nubuatan ini sangat memberkati, pesannya benar-benar terjadi dan telah dialami secara pribadi, semoga menjadi berkat bagi setiap pembaca dan sahabat bersedia belajar yang datang berkunjung.
5.04.2012
Seven Common Leader's Mistake
Setiap kita adalah pemimpin. Minimal kita pemimpin untuk diri sendiri. Tidak ada seorangpun diantara kita yang berani mengklaim dirinya tidak pernah melakukan kesalahan. Setiap kita pasti pernah, hmmmm bahkan mungkin sering berulang kali melakukan kesalahan. Ya, sering orang meminimalisir "rasa bersalah" dengan berkomentar, "Ya, wajarlah, kita bukan malaikat. Pengalaman adalah guru yang baik.Justru dengan melakukan kesalahan, jadi belajar untuk melakukan yang benar". Sebenarnya jika kita menginginkan hasil yang baik atau yang berbeda, kita perlu belajar melakukan yang benar. Coba perhatikan kalimat pernyataan yang bijak ini:"Adalah kegilaan jika menginginkan hasil yang berbeda dengan melakukan dengan cara yang sama berulang kali...". Pemimpin yang terus berulang kali melakukan cara yang salah tetapi menginginkan hasil yang berbeda, adalah pemimpin yang memiliki persepsi yang kurang bijak dalam kepemimpinannya.Dan itu menurut seorang trainer dibidang motivasi, mentoring dan coaching karyawan yang beberapa hari lalu bersedia belajar dengarkan seminarnya mengatakan"Pemimpin yang model seperti itu, seabrek-abrek (= banyak sekali).". Mari kita lihat, sesuai judul postingan kali ini, 7 kesalahan pemimpin lakukan. Dengan melihat kesalahan-kesalahan tersebut, tentunya setiap kita akan belajar untuk tidak melakukan kesalahan tersebut, melainkan belajar untuk melakukan yang benar dalam kepemimpinannya.
4.19.2012
Menatap Perubahan
"Begini lho caranya, masa seperti ini saja tidak tahu sih...Ah, mama "gaptek" (gagap teknologi) nih" Demikian sepenggal dialog antara anak dengan ibunya. Kejadian seperti itu sering terjadi ketika orang yang lebih dewasa ketinggalan dalam mengikuti atau mengantisipasi perubahan zaman, khususnya kemajuan dibidang teknologi. Dan jika ditelusuri, banyak faktor "alasan" yang menyebabkan banyak orang "gaptek" atau mengalami kesulitan mengikuti kemajuan zaman. Memang amat disayangkan, karena perubahan, apapun bentuknya adalah prinsip penciptaan. Semua yang ada di bumi ini pasti akan mengalami perubahan, tidak akan ada yang tetap sama.Jika kita mengerti, menyadari serta mengantisipasi perubahan, hal itu akan membawa kedamaian, bahkan akan membawa kebaikan bagi kita yang telah mempersiapkan dan telah siap mengikuti perubahan tersebut.Kita akan efektif dalam menanggapi perubahan tersebut.Dan tentunya mengembangkan harapan yang realistis, meminimalkan atau melenyapkan sama sekali kekecewaan yang mungkin timbul akibat dari kekuatan perubahan yang akan terjadi. Tetapi memang sangat disayangkan banyak orang yang tidak siap atau tidak menginginkan perubahan.Dalam hal ini bersedia belajar ingin mengajak untuk merenungkan sejenak pernyataan-pernyataan berikut ini:1."Jika Anda tidak menyukai perubahan, Anda akan menyimpang, bahkan lebih buruk lagi" (Jenderal Erick Shensike, mantan Kepala Staff Angkatan Bersenjata Amerika Serikat. 2 "Tidak ada orang yang bijaksana atau berani yang berbaring di atas rel sejarah untuk menunggu kereta masa depan melindasnya." Dwight D Eisenhower. 3."Masa depan memiliki cara kedatangan yang tidak diberitahukan." (George Will, wartawan pemenang Pulitzer dan penulis.
4.17.2012
Rahasia Yang Disingkapkan
Apakah kita dalam menjalani kehidupan ini ada di wilayah "abu-abu"? Maksudnya masih kurang / tidak jelas rencana Tuhan dalam hidup kita...Seperti yang dinyatakan pada tulisan postingan sebelumnya:"Tetapi mengapa walau sebagian orang-orang mengaku sudah menjadi anak-anak-Nya, TETAPI dalam perjalanan kehidupannya tidak mengetahui rencana Tuhan, atau tidak hidup dalam rencana Tuhan? Bahkan bukan itu saja, mereka tidak mengalami janji-janjiNya..." Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita lihat terlebih dahulu pernyataan berikut ini:
Sangat banyak orang Kristen yang mengaku percaya pada hal-hal yang mereka ketahui karena mereka diharapkan demikian, tetapi pengakuan percaya tidak sama dengan tindakan. Hanya kepercayaan sejati yang membawa kepada tindakan. Kita hidup di dalam suatu konteks di mana berjuta-berjuta orang Kristen yang mengaku percaya tidak meyakini apa yang mereka percayai karena mereka telah diajarkan bahwa yang penting adalah mengakuinya tidak peduli apakah anda mempercayainya atau tidak (Bob Bufford penulis Halftime dan Finishing Well)





